global_02 フィルダコラム

インドネシア通信vol.5「インドネシアナショナルバティックの日」

インドネシア・バティックは、ユネスコにより、2009年10月2日、口承及び、非物質文化遺産(人類の口承及び無形遺産の傑作)として、制定されました。
以後、この日は、ナショナルバティックと呼ばれる国民の祝日となりました。
ユネスコ・インドネシアバティックの国連教育文化科機構が、正式に世界文化遺産として認めたのです。
このバティックの認定は、インドネシア文化が国際的に認められたという事です。

10月2日には、公務員もそうでない人も、さらには学生も、インドネシアの全ての人がバティックを着用することを勧められます。
ナショナルバティックの日は、国際フォーラムのインドネシア国家の尊厳と肯定的なイメージを高めるための政府による試みです。
それ故に、バティックの認定は、インドネシア文化の世界的な認定なのです。
他にも、民衆の自尊心や、インドネシア文化への愛を促進させるだけではなく、バティックの国際的な開発を続けさせる原動力と、感謝を現すという目的があります。

2015年10月2日にウィスマデュタ東京で開催された、インドネシアのバティックのファッションショーでは、インドネシアの若手デザイナー、リンダスダルソノの作品が展示され、、外国人と日本人の驚くほど多くの人が招待されました。
リンダスダルソノはこの時、非常に詳しくバティックの製造工程を紹介します。
リンダは、中国の哲学に影響をうけた東ジャワのラッサム、カラーが魅力的なチルボンバティック、同じく、エレガントな要素を持つジョグジャカルタバティックの3つのデザインをしました。
このイベントを通じて、私たちは日本でのバティックの導入と販売推進が、インドネシア人だけによるものではなく、在日インドネシア人によっても広められることを期待しています。そうすることによって、インドネシアのバティックは、世界市場へ浸透することができるのです。

Bahasa Indonesia
Hari Batik Nasional Indonesia
Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan UNESCO yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

Pada tanggal 2 oktober ini, seluruh masayarakat Indonesia baik pegawai negeri, swasta, bahkan pelajar disarankan untuk mengenakan pakaian Batik. Penetapan Hari Batik Nasional ini merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif di forum internasional. Sebab, pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan dunia terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lainnya tentu saja untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia serta wujud rasa syukur dan pendorong untuk terus mengembangkan batik nasional.

Batik Indonesia yang ditampilkan pada acara fashion show karya desainer muda Indonesia, Linda Sudarsono yang diselenggarakan di Wisma Duta Tokyo pada 2 Oktober 2015 memukau para undangan baik asing maupun Jepang.

Desainer muda Linda Sudarsono dalam kesempatan ini juga memperkenalkan proses pembuatan batik yang sangat informatif. Linda mengambil 3 motif batik yakni motif Lasem dari Jawa Timur yang memiliki pengaruh filosofi Tiongkok di dalamnya, batik Cirebon dengan warna-warna yang menarik, serta batik Yogyakarta yang menampilkan unsur elegan.

Melalui acara ini, diharapkan pengenalan dan promosi Batik di Jepang dapat semakin disebarluaskan tidak hanya oleh orang Indonesia namun sahabat-sahabat Indonesia di Jepang sehingga karya-karya kreatif batik Indonesia dapat menembus pasar internasional.

English
Indonesia National Batik Day
National Batik Day is a day of national celebration to commemorate the enactment of Indonesian batik as an oral and non-material Cultural Heritage (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) by UNESCO on October 2, 2009. The UN agency in charge of Education, Science and Culture UNESCO Indonesian batik officially recognized as a world cultural heritage. Recognition of batik is an international recognition of Indonesian culture.

On 2 October, the entire people of Indonesia both civil servants, private, and even students are advised to wear Batik. The Day of National Batik is an attempt by the government to enhance the dignity of the Indonesian nation and a positive image in the international forum. Therefore, the recognition of batik is the worldwide recognition of Indonesian culture. Another aim of course to foster community pride and love for the culture of Indonesia as well as a form of gratitude and a driving force to continue to develop national batik.

Indonesian batik fashion show displayed on the work of young designers Indonesia, Linda Sudarsono held at Wisma Duta Tokyo on October 2, 2015 stunning the invitation of both foreign and Japanese.

The young designer Linda Sudarsono on this occasion also introduces the process of making batik with very informative explanation. Linda took 3 design that Lasem motive of East Java which has the effect of Chinese philosophy in it, Cirebon batik with attractive colors, as well as Yogyakarta batik featuring elegant elements.

Through this event, we expect that the introduction and promotion of Batik in Japan may increasingly be disseminated not only by the people of Indonesia, but the friends of Indonesia in Japan so that the creative works of Indonesian batik can penetrate international markets.