global_02 フィルダコラム

パンデミック時にインドネシアで在宅勤務 [WFH]

日本語

パンデミック時にインドネシアで在宅勤

     現在、世界はコロナウイルスのパンデミック(covid-19)に直面しています。インドネシアも例外ではありません。インドネシアのコロナウイルスパンデミックは、Covid-19の取り扱いに適用されるさまざまなポリシーにより、公衆衛生だけでなくライフスタイルにも影響を与えます。最も目に見える影響は、インドネシアの人々のライフスタイル、仕事の習慣とビジネスの混乱です。特に都市部に住んでいる人です。インドネシアは、距離(物理的な距離)とPSBB(大規模な社会的制限)を維持するための政策を実施し始めました。

インドネシアでのPSBBポリシーの最初のフェーズは、2020年4月18日に始まりました。実際、covid-19の症例数が増加し続けたため、このポリシーは引き続き拡張されました。PSBBの開始以来、多くの企業や政府機関がWork From Home(WFH)システムを採用しています。 各企業には異なるWFHシステムがあります。シフト制を採用している会社もあり、オフィスにいる従業員は100%ではありません。会社が指定した時間にフルWFHを適用する会社もあります。

SnapcartがインドネシアのWFHの政策について行ったオンライン調査の結果に基づいて、男性と女性の回答者の間で印象的な反応がありました。働く女性の回答者の74%、働く男性の回答者の68%が、在宅勤務の効果が低いと感じました。働く女性の回答者は、自宅で仕事をしている間、世帯の世話をすることによって彼らの注意を共有しなければならなかったので、WFHの効果が低いと感じました。

次に、男性の回答者は一般的に3つの最大の懸念を抱いています。つまり、彼らのキャリア、ビジネス、趣味です。それは女性の回答者の懸念とは非常に異なります。懸念事項は、休暇の計画、買い物習慣、および自由時間の混乱です。

このPSBB期間中、多くのショッピングセンターや娯楽施設は閉鎖されました。オンラインショッピングは新しい習慣になりつつあります。GojekやGrabなどのオンデマンドサービスも、一時的にオートバイタクシーサービスを実施しません。自動車サービスと食品配達のみにアクセスできます。このパンデミックの影響は、インドネシアの人々の経済生活にとって非常に明確です。WFHシステムに加えて、ビジネスが運営されていないために従業員をレイオフすることを余儀なくされている会社がいくつかあります。人々はこのパンデミックがまもなく終了することを望んでいます。

 

Bahasa Indonesia

 

Bekerja Dari Rumah (WFH) Di Indonesia Selama Masa Pandemi

 Saat ini dunia sedang menghadapi pandemi virus corona (covid-19). Tidak terkecuali Indonesia. Pandemi virus corona di Indonesia memberikan dampak tidak hanya pada kesehatan masyarakatnya, akan tetapi juga pada gaya hidup akibat berbagai kebijakan yang berlaku untuk penanganan Covid-19.  Dampak yang paling terlihat adalah terganggunya gaya hidup, kebiasaan bekerja, dan berbisnis masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di perkotaan. Indonesia mulai menerapkan kebijakan menjaga jarak (physical distancing) dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Kebijakan PSBB di Indonesia tahap pertama dimulai pada 18 April 2020. Pada realitanya kebijakan ini terus diperpanjang karena jumlah kasus covid-19 yang terus meningkat. Sejak dimulainya PSBB, banyak perusahaan dan kantor pemerintahan memberlakukan sistem Work From Home (WFH).  Setiap perusahan memiliki sistem WFH yag berbeda. Ada yang menggunakan sistem bergantian (shift) sehingga karyawan yang hadir di kantor tidak 100%. Ada juga yang menerapkan full WFH untuk waktu yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Berdasarkan hasil survei secara online yang dilakukan oleh Snapcart terhadap kebijakan WFH di Indonesia, terdapat respon yang mencolok antara responden pria dan wanita. Sebanyak 74% responden wanita bekerja dan 68% responden pria bekerja merasakan kurang efektif bekerja di rumah. Responden wanita bekerja merasa WFH kurang efektif karena selama bekerja dari rumah mereka juga harus membagi perhatian dengan mengurus rumah tangga.

Kemudian responden pria pada umumnya mempunyai tiga kekhawatiran terbesar yaitu karir dan pekerjaan, bisnis dan hobi mereka. Sangat berbeda dengan responden perempuan yang mempunyai tiga kekhawatiran terbesar yaitu terganggunya rencana liburan, kebiasaan belanja dan waktu luang mereka.

Selama masa PSBB ini, banyak mall dan tempat hiburan yang ditutup. Berbelanja secara online menjadi sebuah kebiaasaan baru. Layanan on-demand seperti Gojek dan Grab pun sementara tidak memberlakukan layanan ojek motor. Hanya layanan mobil dan pemesanan makanan yang dapat diakses. Dampak pandemi ini sangat jelas bagi kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Selain sistem WFH, ada beberapa perusahaan yang terpaksa memberhentikan karyawannya karena bisnis tidak berjalan. Masyarakat berharap semoga pandemi ini segera berakhir.

 

 

English

Work From Home in Indonesia During Pandemic

 At present the world is facing a corona virus pandemic (covid-19). Indonesia is no exception. The corona virus pandemic in Indonesia has an impact not only on public health, but also on lifestyle due to various policies that apply to the handling of Covid-19. The most visible impact is the disruption of the lifestyle, work habits, and business of the Indonesian people, especially those in urban areas. Indonesia began to implement policies to keep distance (physical distancing) and PSBB (Large-scale Social Limitation).

The first phase of the PSBB policy in Indonesia began on April 18, 2020. In reality, this policy continued to be extended because the number of covid-19 cases continued to increase. Since the commencement of the PSBB, many companies and government offices have adopted a Work From Home (WFH) system. Each company has a different WFH system. Some use the system alternately (shifts) so that employees present at the office are not 100%. There are also those who apply full WFH for the time specified by the company.

Based on the results of an online survey conducted by Snapcart on WFH policies in Indonesia, there was a striking response between male and female respondents. As many as 74% of working female respondents and 68% of working male respondents felt less effective working at home. Working female respondents felt WFH was less effective because while working from home they also had to share their attention by taking care of the household.

Then male respondents generally have the three biggest concerns. Namely their career, business and hobby. It is very different from female respondents who have the three biggest concerns, namely disruption to their vacation plans, shopping habits and free time.

During this PSBB period, many shopping center and entertainment venues were closed. Shopping online is becoming a new habit. On-demand services such as Gojek and Grab also temporarily do not enforce motorcycle taxi services. Only car service and food delivery can be accessed. The impact of this pandemic is very clear for the economic life of the Indonesian people. In addition to the WFH system, there are several companies that are forced to lay off employees because business is not running. People hope that this pandemic will end soon.