global_02 フィルダコラム

インドネシア通信vol.69 ライドシェアリングサービスによるグリーン環境の支援

インドネシアにおけるシェアリング・エコノミの発展に伴い、オンデマンドのライドシェア
リングサービスが増加しています。数週間前、私は「TemanJalan」である乗り物共有アプリに
ついて書きました。今回は、「Nebengers」と呼ばれる同様のアプリケーションを紹介します。
インドネシアの単語で「nebeng」は「乗る」を意味します。これはスラング語です。
Nebengersとは、乗り物を乗る人を指します。Nebengersは乗客を共有する市場で、ドライバーと乗客またはユーザーとを結びつけます。
Nebengersは2011年に導入され始めました。Nebengersは、輸送のソリューションの1つとして目標を持ち、公害と混雑を減らすのに
役立ちます。
当初、Nebengersはウェブサイトnebengers.comとツイッターを介して運営されているコミュニティでした。
その後、2013年にこのライドシェアリングサービスの参加と利用を促進するためのモバイルアプリケーションを開始しました。
現在、Nebengersはジャカルタと周辺地域にのみ存在し、他の都市は開発が進んでいます。
ユーザーはFacebookアカウントを使用して登録できます。
このアプリでは、Facebookのようにドライバーまたはヒッチハイカーのプロフィールをチェックするのに役立ちます。
ユーザーが他のユーザーの評判や実績を把握できるようになります。
このアプリから提供される機能は、ウェブサイトと同じです。
注目すべきはBeriTebengan(シェア・ライド)、Cari Tebengan(ライド・サーチ)、そしてShare Taxi(シェア・タクシー)の
3つの機能です。
この3つの機能すべてに、ルート情報、車両タイプ、および運転時間を含むユーザーステータスがあります。
乗車を希望する場合は、Beri Tebengan(シェア・ライド)の特典で、ルート、出発スケジュ
ール、1人あたりのガソリン/高速道路料金の共有を掲載することができます。
ヒッチハイカーは、Cari Tebengan(ライド・サーチ)機能を使うことができます。
単方向ユーザーを見つけた後に乗車予約をすることができます。その後、ドライバーは「承認」または「拒否」を行うことができます。
通知&チャット機能により、ヒッチハイカーとドライバーのコミュニケーションを簡素化することができます。
目的地に到着した後、ドライバーに直接支払いが行われます。
Nebengersアプリは、途中でユーザーを監視するGPS機能も提供します。
GPS機能は、このNebengersアプリが安全であるかどうかで人々の不安を軽減することです。
ヒッチハイクやライドを成功させた後、ユーザーは「Nebeng Report」を通じてストーリーを共有することができます。
「Nebeng Report」はTwitterやFacebookに直接同期されています。
NebengersとTemanJalanアプリの違いは、ターゲットユーザーにあります。
TemanJalanアプリはキャンパスやオフィスに乗りたい学生や従業員を対象としています。
Nebengersのターゲットユーザーは誰でもあります。そして目的地は限られていない、町の外など、どこにでもすることができます。
汚染や混雑を減らすことに加えて、この種のライドシェアリングサービスには多くの利点があります。
快適かつ安全な旅ができ、旅費を節約し、新しい友達を作り、経験を共有し、緑の環境をサポートすることができます。











Bahasa Indonesia

Mendukung Green Environment Dengan Layanan Ride-sharing

Seiring dengan perkembangan sharing economy di Indonesia, layanan on demand ride-sharing
pun semakin berkembang. Beberapa minggu lalu, saya menulis tentang ride-sharing app yaitu
TemanJalan. Kali ini saya akan mengenalkan aplikasi serupa yang disebut ‘Nebengers’. Kata
‘nebeng’ di Indonesia memiliki arti menumpang. Nebengers berarti orang yang menumpang
kendaraan orang lain. Nebengers merupakan?ride-sharing marketplace?yang menghubungkan
antara pemilik kursi kosong yang ?disebut?‘capten’?dengan ‘passangers’ atau pengguna.?
Nebengers ini mulai dikenalkan ke masyarakat pada tahun 2011. Nebengers memiliki tujuan
sebagai salah satu solusi transportasi Smart City di beberapa kota dan membantu mengurangi
polusi dan kemacetan. Awalnya, Nebengers adalah sebuah komunitas yang dijalankan melalui
website nebengers.com dan twitter. Kemudian pada tahun 2013, akhirnya Nebengers
meluncurkan sebuah aplikasi yang bertujuan memudahkan masyarakat untuk bergabung dan
menggunakan layanan ride-sharing ini. Saat ini, Nebengers hanya ada di Jakarta dan sekitarnya
dan masih akan dikembangkan di kota-kota lainnya.
Para pengguna, baik itu pemberi tumpangan atau pencari tumpangan bisa mendaftarkan diri
menggunakan akun Facebook. Pada aplikasi ini, terdapat pula aktivitas pertemanan seperti di
Facebook. Hal ini dapat membantu seseorang untuk mengecek profil baik pemberi atau pencari
tebengan. Sehingga para pengguna bisa mengetahui akan reputasi atau track record pengguna
aplikasi Nebengers lainnya.
Fitur yang ditawarkan dari aplikasi ini sama seperti website, yaitu Beri Tebengan (Share a ride),
Cari Tebengan (Find a ride), dan Share Taxi. Pada ketiga fitur tersebut, terdapat status pengguna
yang berisi informasi rute, jenis kendaraan, dan waktu berkendara.
Jika Anda ingin memberi tumpangan, Anda bisa memposting rute, jadwal keberangkatan dan
sharing biaya bensin/tol per orangnya pada fitur ‘Beri Tebengan’(Share a ride).?Bagi pencari
tumpangan, Anda dapat memanfaatkan fitur ‘Cari Tebengan’ (Find a ride). Kemudian jika
pencariannya ditemukan dapat melakukan ‘Pemesanan Kursi’ (Book a ride). Setelahnya,
pemberi tumpangan dapat melakukan "Approved" atau "Reject". Dengan fitur Notifikasi &
Chat,?komunikasi pencari dan pemberi tumpangan dapat dimudahkan. Pembayaran dilakukan
secara langsung kepada pemberi tumpangan setelah sampai di tempat tujuan.
Aplikasi Nebengers juga memberikan fungsi GPS guna memantau penggunanya ketika ada di
perjalanan. Usaha tersebut merupakan solusi yang diberikan Nebengers dalam rangka
mengurangi kecemasan orang-orang atas aman atau tidaknya app Nebengers ini. Kemudian,
setelah berhasil nebeng atau memberi tebengan, pengguna juga dapat membagi ceritanya lewat
‘Nebeng Report’, yang tersinkronisasi langsung ke Twitter atau Facebook.
Perbedaan aplikasi Nebengers dengan TemanJalan adalah pada target penggunanya. TemanJalan
ditujukan untuk pelajar dan karyawan yang ingin menumpang kendaraan ke kampus atau kantor.
Sedangkan Nebengers, target penggunanya adalah siapa saja. Dan tujuannya tidak terbatas, bisa
kemana saja termasuk ke luar kota.

Selain membantu mengurangi polusi dan kemacetan, layanan ride-sharing seperti ini memiliki
banyak kelebihan lainnya. Kebutuhan untuk mobilisasi dapat dipenuhi dengan lebih nyaman dan
aman. Dapat menghemat biaya perjalanan, mencari teman baru, berbagi pengalaman dan
mendukung?green environment?. Sudah saatnya memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk
hal yang lebih bermakna.
English

Supporting Green Environment with Ride-sharing Service

 Along with the development of sharing economy in Indonesia, on-demand ride-sharing service
is growing. A few weeks ago, I wrote about the ride-sharing app that is TemanJalan. This time I
will introduce a similar application called 'Nebengers'. The word 'nebeng' in Indonesia means
'ride'. Nebengers means people who ride other people's vehicles. Nebengers are a ride-sharing
marketplace that connects between empty seat owners called 'capten' with 'passangers' or users.
 The Nebengers began to be introduced to the society in 2011. Nebengers has a goal as one of
Smart City's transportation solutions in several cities and helps reduce pollution and congestion.
Initially, Nebengers is a community run through the website nebengers.com and twitter. Then in
2013, Nebengers finally launched a mobile application that aims to facilitate the society to join
and use this ride-sharing service. Currently, Nebengers only exist in Jakarta and surrounding
areas and will still be developed in other cities.
 Users can register themselves using a Facebook account. In this app, there are also friendship
activities like on Facebook. This can help someone to check the profile of either the ride-giver or
the hitchhiker. So that users can find out the reputation or track record of other users.
 Features offered from this application is the same as the website, which are Beri Tebengan
(Share a ride), Cari Tebengan (Find a ride), and Share Taxi. In all three features, there is a user
status that contains route information, vehicle type, and drive time.
 If you want to give a ride, you can post the route, departure schedule and sharing of gasoline /
highway fee cost per person on Beri Tebengan (Share a ride)' feature. For a ride seeker, you can
use ‘Cari Tebengan (Find a ride)' feature. Then after finding a unidirectional user, we can do
‘Pesan Kursi' (Book a ride). Afterwards, the giver can do "Approve" or "Reject". With the
Notifications & Chat feature, the hitchhiker and ride-giver communication can be simplified.
Payments are made directly to the ride-giver after arriving at the destination.
 The Nebengers application also provides GPS functionality to monitor users when they are on
the way. The GPS function is to reduce people's anxiety over whether or not this Nebengers app
is safe. Then, after successfully hitchhiking or ride-giving, users can also share the story through
'Nebeng Report', which is synchronized directly to Twitter or Facebook.
 The difference between Nebengers and TemanJalan app is on the target users. TemanJalan
app is intended for students and employees who want to ride a vehicle to campus or office.
While the Nebengers, target users is anyone. And the destination is not limited, can be anywhere
including out of town.
 In addition to reduce pollution and congestion, this kind of ride-sharing services have many
other advantages. The need for mobilization become more comfortably and safely. It can save

travel expenses, make new friends, share experiences and support green environment. It's time to
take advantage of social media and technology for something more meaningful.